Tuesday, May 26, 2015

Sehat dengan Minum Teh



Sehat dengan Minum Teh
Sehat dengan Minum Teh
Minum teh sudah menjadi budaya bangsa Indonesia secara turun temurun.  Menurut   Prof Dr Ali Khomsan, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB), teh berasal dari bahasa China, yaitu tay. Bangsa China mengenal teh sejak 2700 SM . Jepang mulai mengembangkan penanaman teh sejak 800 M.
Pendapat lain adalah menurut  dr Ekky M Rahardja MS, spesialis gizi medis RS Graha Medika.”Masyarakat China, Himalaya, ataupun Tibet memiliki kebiasaan atau tradisi minum teh setiap hari.
Budaya ini juga terdapat di Jepang. Manfaat teh memang cukup banyak dan aman dikonsumsi. Teh kesehatan  banyak mengandung zat-zat bermanfaat bagi tubuh sehingga mengkonsumsi dengan dosis yang tepat menjadi sangat dianjurkan  
Apa saja kandungan dan manfaat yang ada dalam teh sehingga dia sangat baik untuk kesehatan. Kualitas teh ditentukan  secara akurat oleh kandungan katekin pada pucuknya. Kandungan katekin banyak ditemukan pada pucuk muda yang aktif tumbuh. Pada umumnya teh kualitas tinggi diperoleh di kebun- kebun yang letaknya lebih tinggi karena pertumbuhan pucuknya lebih lambat sehingga kemungkinan diperoleh pucuk muda lebih tinggi dibandingkan dengan kebun yang letaknya lebih rendah. Senyawa katekin berfungsi sebagai  antioksidant yang menyehatkan tubuh.
Penelitian dengan teh hijau Jepang membuktikan bahwa katekin dapat mengurangi resiko kejangkitan berbagai penyakit seperti mengurangi resiko kanker, menjaga kesehatan jantung, bersifat anti oksidan, anti mikroba, dan lain-lain (Oguni, 1993). Menurut Bambang (2000) katekin pada daun teh Indonesia lebih banyak daripada katekin daun teh Jepang sebab itu potensi menyehatkan teh Indonesia diduga lebih tinggi.
Teh hitam lebih sedikit mengandung katekin daripada teh hijau karena dalam proses pengolahan teh hitam dirancang agar katekin mengalami oksidasi untuk memperbaiki warna, rasa, aromanya.
Senyawa tannin termasuk senyawa penting dalam teh yang akan memberikan rasa khas pada teh. Tannin ini memiliki aktivitas yang bermanfaat sebagai antisepsitk dan antibakteri karena merupakan bagian dari flavonoid. Beberapa yang dikhawatirkan dari tannin adalah kemampuannya mengh.ambat penyerapan logam dan mineral penting untuk tubuh seperti Fe sehingga bisa menyebabkan anemia.  Tannin jika bertemu dengan protein juga bersifat menggumpalkan dan membentuk ikatan komplek. Sifat ini dimanfaatkan sebuah minuman dengan komposisi utama teh dan collagen . Dimana ikatan kompleks antara tanin yang bertemu dengan collagen sangat bermanfaat untuk mengendapkan berbagai racun dan logam – logam berat yang mencemari tubuh. Raissa beauty collagen perperpaduan teh, collagen dan rosella membentuk sebuah minuman dengan komposisi seimbang yang sangat bermanfaat untuk kesehatan
Dari penelitian Chang et al (1994) ini menarik dicermati bahwa minum teh jika diimbangi dengan konsumsi makanan yang gizinya seimbang tidak akan menyebabkan masalah terhadap kesehatan. Hanya  mungkin perlu perhatian khusus kalau makanan sehari-hari yang dikonsumsi rendah protein dan mineral ,atau  bila anggota keluarga anda menderita anemia,  begitu pula pada anak-anak yang kebutuhan protein dan mineralnya lebih tinggi, akan lebih baik bila  dibiasakan untuk tidak  minum teh sambil makan . Kandungan tannin pada teh hijau lebih besar dibandingkan dengan teh hitam.
Teh juga akan menetralisasi nitrosamin (penghancur sel) yang berasal dari daging olahan yang diawetkan dan menangkal HCA (amina heterosiklik) . ”Bila kita memasak daging, terbentuklah senyawa HCA. HCA adalah zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia. Berbagai percobaan pada binatang menunjukkan HCA menyebabkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih.
HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika. Kekuatan antioksidan pada teh akan mencegah efek buruk HCA.
Teh juga mengandung berbagai vitamin dan mineral.  Pada daun teh terkandung vitamin A, B1, B2, B3, B5, C, E, K. Pada umumnya vitamin tersebut sangat peka terhadap oksidasi dan suhu yang tinggi.  Kandungan mineral yang tertinggi  dari teh adalah Fluoride. Yang merupakan mineral penting untuk mempertahankan  dan munguatkan gigi agar terhindar dari caries. Senyawa-senyawa dalam teh juga mampu melawan kegiatan bakteri tertentu yang menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan tanggalnya gusi. Bakteri streptokokus mutans yang menyebabkan pembusukan gigi.
Kandungan gizi teh tiap satu porsi sajian menurut Holman (1997), sebagai berikut: polifenol 10-25%, tannin 9-20%, vitamin C 150-250mg, vitamin E 25-70 mg, beta karoten 13-20%, kalium 1.795 mg, magnesium 192 mg.
Melihat potensi manfaat teh yang sangat besar tersebut , maka teh Indonesia yang diteliti memiliki kandungan senyawa katekin yang tinggi, akan mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak negeri. Tentu saja teh yang berkualitas dan dengan pemrosesan yang baik yang harus kita konsumsi jika kita ingin mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan kita. Ironis jika dari bumi yang subur dan kebun teh yang luas ini, masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi teh dengan kualitas rendah . Sedangkan teh – teh kelas premium justru di ekspor ke luar negeri.  Menjadi tantangan tersendiri bagi para ilmuwan dan pengusahan negeri ini untuk berkomitmen dan memberikan karya terbaiknya untuk bangsa kita tercinta ini.
Mulai sekarang kita pilih teh yang berkualitas dan kita jadikan kebiasaan rutin untuk menjaga kesehatan di keluarga kita.








1 comment:

  1. Teh memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti sebagai antibakteria, antiseptik, menghambat penyerapan logam, dan banyak lagi. Informasi yang membantu mengenai lebih sehat dengan minum teh

    ReplyDelete