Saturday, May 23, 2015

Bahaya Chemical Pelling

Bahaya Chemical Pelling
Bahaya Chemical Pelling
Bahaya Chemical Peeling - Memiliki kulit putih dan bersih adalah dambaan setiap orang, khususnya kaum hawa. Tak jarang, demi mendapatkan kulit wajah ala model iklan produk kosmetik mereka rela merogok kocek yang dalam dan meluangkan waktu untuk menjajal aneka produk pemutih kulit salah satunya adalah melakukan chemical peeling.

Chemical peeling merupakan perawatan kecantikan dengan cara mempercepat pengelupasan kulit secara kimiawi. Umumnya setelah selesai akan merasakan efek sedikit gatal dan perih, diikuti dengan pengelupasan kulit. Chemical peeling bertujuan memperbaiki dan melembutkan lapisan terluar kulit wajah yang rusak, namun akibat dari pengelupasan ini memiliki efek yang cukup berbahaya untuk kedepannya. Berikut adalah beberapa efek chemical peeling :
1.    Lapisan kulit menjadi tipis
Akibat menipisnya lapisan kulit, dapat berakibat berkurangnya elastisitas kulit. Sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari dan tidak memiliki pigmen yang cukup untuk melindungi dari penuaan dini.
2.    Timbul kemerahan
Proses penggunaan chemical peeling dapat berakibat munculnya kemerahan pada kulit wajah, ini bisa berlangsung selama beberapa bulan.
3.    Terjadi perubahan warna kulit.
Dapat mengakibatkan perubahan warna kulit. Chemical peeling juga bisa menyebabkan hiperpigmentasi (kulit menjadi lebih gelap dari semula). Hal ini biasa terjadi pada lapisan kulit yang lebih dangkal. Chemical peeling juga bisa mengakibatkan hipopigmentasi (perubahan kulit yang lebih ringan dari normal). Perubahan warna kulit ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kulit lebih gelap dan hal ini dapat mengakibatkan perubahan kulit menjadi permanen.
4.    Lebih mudah terkena flek dan bintik-bintik hitam
Wanita yang tinggal di daerah tropis, memiliki kulit yang bermelanin banyak, sehingga kulit lebih berwarna gelap. Saat dilakukan proses pemutihan, pigmen kulit akan berkurang dan tidak bisa membantu menolak sinar matahari. Hasilnya justru timbul flek-flek di wajah.
Chemical peeling bukanlah metode yang cocok digunakan oleh siapa saja, apalagi bagi kulit wanita Indonesia. Sebab, kulit wanita Indonesia memiliki kulit yang berbeda dengan orang – orang barat. Dimana melanin pada tubuh wanita Asia lebih banyak , sehingga jika terjadi pemutihan maka pigmen kulit yang seharusnya menjadi penolak sinar matahari secara alami berkurang dan akan timbul flek – flek diwajah. Dengan begitu anda justru membutuhkan perawatan kulit yang ekstra.
Memang pada saat menggunakan chemical peeling wajah dengan alat ataupun krim yang saat ini marak terjadi memang dapat menjadikan kulit putih secara instan, tapi setelah perawatan itu dihentikan maka wajah akan kembali kesemula atau bahkan kadang – kadang menjadi lebih parah seperti timbul bintik – bintik merah dan jerawat. Dalam prosesnya, banyak campuran senyawa yang digunakan pada chemical peeling. Yang dikhawatirkan jika cream chemical peeling mengandung zat pemutih yang bersifat toxic seperti merkuri dan hidroquinon.
Hindari teknik pemutihan kulit dengan cara pengelupasan, baik dengan cairan kimia ataupun krim pemutih.  Bila dilakukan dalam jangka waktu yang panjang akan sangat berbahaya. Karena kulit yang sehat dan cantik tidak didapat dengan cara instan tetapi dengan menutrisi sesuai kebutuhan kulit.
Kulit kita pada dasarnya secara alami mampu meregenerasi sel kulit setiap 28 hari sekali. Kulit wajah secara alami mengganti sel kulit yang rusak dengan sel kulit wajah yang baru. Proses regenerasi atau penggantian kulit wajah yang optimal terjadi ketika berusia 20an tahun. Pada usia ini komponen kulit wajah seperti kolagen dapat berkembang secara maksimal. Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan regenerasi kulit wajah mengalami penurunan. Agar dapat mempertahankan proses regenerasi kulit wajah dengan baik, kita perlu melakukan perawatan baik dari luar maupun dari dalam untuk mengoptimalkan proses regenerasi kulit wajah secara alami.

No comments:

Post a Comment