![]() |
| Kulit Sehat Alami Tidak Harus Putih |
Merawat kulit sehat menjadi keinginan
semua orang. Namun perlakuan yang salah kaprah justru bisa mengkibatkan
kerugian yang tidak disangka misalnya membuat kulit menjadi putih melebihi
bawaannya hingga mengganggu fungsi pertahanan kulit. Cantik tidak harus selalu putih.
Manusia diciptakan dengan berbagai macam
bentuk dan vareasinya. Salah satu vareasi itu adalah warna kulit. Warna kulit
atau pigmen kulit sangat dipengaruhi dapat dipengaruhi oleh berbagai macam
faktor salah satunya yang cukup dominan adalah pengaruh faktor genetik. Faktor
genetik juga berhubungan dengan komonitas orang di wilayah tertentu. Orang yang
tinggal di Indonesia dengan iklim tropis hanya mengalami dua musim dan sebagian
besar memiliki pigmen kulit berwarna coklat atau sawo matang. Sedangkan mereka
yang tinggal di Korea, Cina ,Jepang di daerah subtropics
sudah mengalami 4 musim.
Kebanyakan mereka memiliki pigmen warna kulit lebih putih kekuning-kuningan.
Daerah dengan iklim
dingin dekat dengan kutub mempunyai pigmen kulit putih. Sedang untuk daerah
yang ada di Afrika dan di sekitarnya mempunyai kulit hitam. Kulit merah ditemukan pada orang-orang suku
Indian yang ada di Amerika. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sempurna
dengan berbagai macam warna pigmen kulitnya. Masing –masing pigmen warna
mempunyai karakteristik masing-masing, dan tidak bisa dikatakan pigmen warna
kulit yang satu lebih baik daripada yang lain.
Banyak yang
beranggapan bahwa mereka yang berkulit putih itu nampak lebih baik, lebih cantik
dibanding mereka yang berkulit gelap. Penampilan akan tampak lebih anggun dengan
warna kulit putih. Sehingga penyanyi terkenal Mechael Jacksen harus operasi ganti
warna kulit dari hitam menjadi putih meskipun sangat beresiko mengganggu
kesehatannya. Warna putih dikatakan lebih mudah menyesuaikan
berbagai macam pilihan warna pakaian. Kulit putih itu kelihatan lebih bersih
dan sebagainya. Tak heran paradigma itu mengimbas para penduduk di negeri ini
terutama kaum perempuan,
untuk memiliki kulit putih terutama wajah. Obsesi memiliki kulit putih bahkan kadang
harus mengorbankan kesehatan kulit yang lebih utama.
Bisa dilihat dari
maraknya iklan berbagai produk kosmetik dengan menonjolkan kemampuannya untuk merubah kulit menjadi lebih putih
dalam sekian hari. Atau tagline dengan mengangkat putih seperti gadis
korea. Pusat – pusat perawatanpun menjamur dan diserbu oleh mereka yang ingin
perpenampilan lebih putih. Sebenarnya apa yang
membedakan seseorang bisa memiliki berbagai macam warna kulit? Warna kulit di
dalam tubuh kita ini ditentukan oleh sebuah sel berfungsi mengontrol pigmen
warna. Sel tersebut terkenal dengan sel melanocyte yang akan menghasilkan
melanin , terdapat pada kulit dilapisan epidermis. Jumlah pigmen melanin ini
bervariasi tergantung dengan usia, bagian tubuh, ras individu dan
lingkungan. Mereka yang pigmen melaninnya lebih banyak akan memiliki warna
kulit lebih gelap. Selain itu pewarnaan pada kulit juga tergantung pada
warna sel darah merah pada pembuluh darah dan tebal tipisnya lapisan terluar
kulit dan lapisan lemak di bawah kulit.
Terbentuknya melanin ini
dipengaruhi oleh enzym tyrosinase. Sinar matahari juga mempengaruhi dengan
menggelapkan warna pigmen selama masih berada dalam sel melanosit dan
merangsang percepatan untuk segera dilempar ke sel keratinosit di epidermis.
Selain itu, sinar matahari dengan panjang gel: 290- 320mm ini akan
mempercepat proses pembentukan melanin sehingga jumlah pigmen semakin
bertambah.
Melanin ini diciptakan
oleh Allah bukan tanpa maksud. Melanin melindungi DNA dari radiasi sinar UV
matahari. Hal ini menerangkan orang – orang dengan kulit lebih terang memiliki
kejadian lebih tinggi mengalami kanker kulit daripada mereka yang memiliki
kulit lebih gelap.
Kita bisa saja
mencerahkan kulit atau menghambat si melanin ini dengan cara yang aman dan
natural sesuai dengan sifat dan nutrisi yang diperlukan , tanpa harus menekan
berlebihan si melanin ini . Biarkan dia tetap berfungsi dengan tugasnya, karena
dia akan melindungi kita dari paparan matahari yang erusak.
Jika kita menggunakan
kosmetika yang ramah utntuk dia , melanin ini akan menjalankan funsinya dengan
baik. Sehingga kulitpun akan berwarna sebagai warna aslinya, namun memancarkan
kesegaran. Bukan putih namun tampak pasi dan kelesuan.
Kecantikan Hakiki
Kecantikan yang
sebenarnya adalah ketika bisa melakukan perawatan kulit dengan optimal sehingga
kulit akan nampak cerah dan bersinar. Warna putih, coklat,
hitam,merah
adalah anugerah. Putih tak selalu identik dengan cantik. Warna alami namun
bersih dan nampak segar, itulah yang justru memancarkan aura wajah yang
bersinar dan kecantikan yang sesungguhnya. Buat apa anda
ingin cantik putih jika mengorbankan melanin yang menjadi pelindung kulit dan akhirnya beresiko besar
mengganggu kesehatan kulit itu sendiri. Merubah warna kulit justru bisa mengakibatkan dampak negative lebih serius,
antara lain kulit sensitif, kulit terbakar, kulit tipis dan resiko
kanker dan lain-lain.
Bukankah akan lebih baik
jika putih bersih secara alami tapi Anda jauh lebih sehat. Penampilan kulit
ditentukan tingkat kesehatan kulit anda . Kulit sehat akan memancarkan
aura wajah dan kecantikan yang sesungguhnya .
Allah sudah
memberikan anugerah yang indah pada setiap manusia dari berbagai suku dan warna
kulit . Kulit akan cantik secara hakiki jika kulit
tersebut terpenuhi nutrisinya sehingga kesehatan kulit alamipun bisa tetap terjaga.

No comments:
Post a Comment