Monday, May 18, 2015

Kulit Sehat Alami Tidak Harus Putih

Kulit Sehat Alami Tidak Harus Putih
Kulit Sehat Alami Tidak Harus Putih
Merawat kulit sehat menjadi keinginan semua orang. Namun perlakuan yang salah kaprah justru bisa mengkibatkan kerugian yang tidak disangka misalnya membuat kulit menjadi putih melebihi bawaannya hingga mengganggu fungsi pertahanan kulit. Cantik tidak harus selalu putih.

Manusia diciptakan dengan berbagai macam bentuk dan vareasinya. Salah satu vareasi itu adalah warna kulit. Warna kulit atau pigmen kulit sangat dipengaruhi dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor salah satunya yang cukup dominan adalah pengaruh faktor genetik. Faktor genetik juga berhubungan dengan komonitas orang di wilayah tertentu. Orang yang tinggal di Indonesia dengan iklim tropis hanya mengalami dua musim dan sebagian besar memiliki pigmen kulit berwarna coklat atau sawo matang. Sedangkan mereka yang tinggal di Korea, Cina ,Jepang di daerah subtropics sudah mengalami 4 musim.

Kebanyakan mereka   memiliki pigmen warna kulit lebih putih kekuning-kuningan. Daerah dengan iklim dingin dekat dengan kutub mempunyai pigmen kulit putih. Sedang untuk daerah yang ada di Afrika dan di sekitarnya mempunyai kulit hitam.  Kulit merah ditemukan pada orang-orang suku Indian yang ada di Amerika. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sempurna dengan berbagai macam warna pigmen kulitnya. Masing –masing pigmen warna mempunyai karakteristik masing-masing, dan tidak bisa dikatakan pigmen warna kulit yang satu lebih baik daripada yang lain.

Banyak yang beranggapan  bahwa mereka yang berkulit putih itu nampak lebih baik, lebih cantik dibanding mereka yang  berkulit gelap. Penampilan akan tampak lebih anggun dengan warna kulit putih. Sehingga penyanyi terkenal Mechael Jacksen harus operasi ganti warna kulit dari hitam menjadi putih meskipun sangat beresiko mengganggu kesehatannya. Warna putih dikatakan lebih mudah menyesuaikan berbagai macam pilihan warna pakaian. Kulit putih itu kelihatan lebih bersih dan sebagainya. Tak heran paradigma itu mengimbas para penduduk di negeri ini terutama kaum perempuan, untuk memiliki kulit putih terutama wajah. Obsesi memiliki kulit putih bahkan kadang harus mengorbankan kesehatan kulit yang lebih utama.

Bisa dilihat dari maraknya iklan berbagai produk  kosmetik dengan menonjolkan kemampuannya untuk merubah kulit menjadi lebih putih dalam sekian hari. Atau tagline  dengan mengangkat putih seperti gadis korea. Pusat – pusat perawatanpun menjamur dan diserbu oleh mereka yang ingin perpenampilan lebih putih. Sebenarnya apa yang membedakan seseorang bisa memiliki berbagai macam warna kulit? Warna kulit di dalam tubuh kita ini ditentukan oleh sebuah sel berfungsi mengontrol pigmen warna. Sel tersebut terkenal dengan sel melanocyte yang akan menghasilkan melanin , terdapat pada kulit dilapisan epidermis. Jumlah pigmen melanin ini bervariasi tergantung dengan usia, bagian tubuh, ras individu dan lingkungan. Mereka yang pigmen melaninnya lebih banyak akan memiliki warna kulit lebih gelap.  Selain itu pewarnaan pada kulit juga tergantung pada warna sel darah merah pada pembuluh darah dan tebal tipisnya lapisan terluar kulit dan lapisan lemak di bawah kulit.

Terbentuknya melanin ini dipengaruhi oleh enzym tyrosinase. Sinar matahari juga mempengaruhi dengan menggelapkan warna pigmen selama masih berada dalam sel melanosit dan merangsang percepatan untuk segera dilempar ke sel keratinosit di epidermis. Selain itu, sinar matahari dengan   panjang gel: 290- 320mm ini akan mempercepat proses pembentukan melanin sehingga jumlah pigmen semakin bertambah.
Melanin ini diciptakan oleh Allah bukan tanpa maksud. Melanin melindungi DNA dari radiasi sinar UV matahari. Hal ini menerangkan orang – orang dengan kulit lebih terang memiliki kejadian lebih tinggi mengalami kanker kulit daripada mereka yang memiliki kulit lebih gelap.

Kita bisa saja mencerahkan kulit atau menghambat si melanin ini dengan cara yang aman dan natural sesuai dengan sifat dan nutrisi yang diperlukan , tanpa harus menekan berlebihan si melanin ini . Biarkan dia tetap berfungsi dengan tugasnya, karena dia akan melindungi kita dari paparan matahari yang erusak. 
Jika kita menggunakan kosmetika yang ramah utntuk dia , melanin ini akan menjalankan funsinya dengan baik. Sehingga kulitpun akan berwarna sebagai warna aslinya, namun memancarkan kesegaran. Bukan putih namun tampak pasi dan kelesuan.

Kecantikan Hakiki

Kecantikan yang sebenarnya adalah ketika bisa melakukan perawatan kulit dengan optimal sehingga kulit akan nampak cerah dan bersinar. Warna putih, coklat, hitam,merah adalah anugerah. Putih tak selalu identik dengan cantik. Warna alami namun bersih dan nampak segar, itulah yang justru memancarkan aura wajah yang bersinar dan kecantikan yang sesungguhnya. Buat apa anda ingin cantik putih jika mengorbankan melanin yang menjadi pelindung kulit dan akhirnya beresiko besar mengganggu kesehatan kulit itu sendiri. Merubah warna kulit justru bisa  mengakibatkan dampak negative lebih serius, antara lain kulit sensitif, kulit terbakar, kulit tipis dan resiko kanker dan lain-lain.
Bukankah akan lebih baik jika putih bersih secara alami tapi Anda jauh lebih sehat. Penampilan kulit ditentukan tingkat kesehatan kulit anda Kulit sehat akan memancarkan aura wajah dan kecantikan yang sesungguhnya . Allah  sudah memberikan anugerah yang indah pada setiap manusia dari berbagai suku dan warna kulit Kulit akan cantik secara hakiki jika kulit tersebut  terpenuhi nutrisinya sehingga kesehatan kulit alamipun bisa tetap terjaga


No comments:

Post a Comment