![]() |
| Cara Mengatasi Gigitan Ular |
Gigitan
ular, serangga atau sengatan binatang dapat menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan. Jika tidak segera ditangani
dengan segera dan secara benar bisa menyebabkan sakit menjadi lebih serius
bahkan bisa menyebabkan kematian.
Binatang-binatang yang menyerang tersebut
dapat dikelompokkan menjadi ;
1.
Berbisa atau tidak
2.
Tipe ularnya
3.
Lokasi tempat gigitan
4.
Jumlah bisa/racun yang dimasukkan
Trauma
gigitan juga bisa disebabkan binatang lain seperti anjing, kucing, kelelawar, rakoon,
tikus. Akibat gigitan tersebut dapat menyebabkan memar, infeksi, robekan dan luka
goresan dari kulit kita. Kewaspadaan terhadap tempat-tempat yang menjadi
sumber-sumber gigitan perlu ditingkatkan. Hal ini akan membuat kita terhindar
dari bahaya tersebut. Pengetahuan dan penerapan pertolongan pertama dapat
mengurangi bahaya dari trauma gigitan dan sengatan hewan tersebut. Sehingga
bisa meminimalkan keparahan luka dari korban gigitan dan sengatan tersebut.
Kondisi serius tergantung sudah
berapa lama mulai masuknya bisa. Tandanya nyeri seperti panas, perubahan warna
dan bengkak di sekeliling bekas gigitan taring terjadi 5-10 menit sesudah
gigitan. Kalau bengkak terjadi 30 menit atau lebih maka hampir pasti bukan ular
berbisa yang ganas. Tapi bisa saja ular berbisa namuan tidak memasukkan bisanya ke dalam tubuh korban.
Racun/Bisa hewan tersebut akan merusak sel darah dan membuat tubuh menjadi
pucat. Reaksi selanjutnya akan melepuh kemudian kebas (mati rasa) di sekitar
area yang terkena. Tanda lain yang akan mengikuti adalah kelemahan, nadi
semakin cepat, mual, nafas pendek, muntah dan akhirnya menjadi shock atau
kondisi yang mengancam nyawa.
Penaganan
semua gigitan ular harus dianggap sebagai ular yang beracun beracun.
a.
Coba identifikasi bisa ularnya
Bisa
ular yang berbeda akan berbeda pula efeknya. Racun ular pit viper bersifat hemotoxin yaitu merusak jaringan dan sel darah. Ular cobra,
ular coral memasukan racun secara penuh dan bersifat neurotoxin yang efeknya mengenai sistem saraf pusat. Hal ini akan menyebabkan
kelemahan/paralisis pernafasan. Ular mocassin dan ular laut bersifat hemotoxin
dan neurotoxin.
Identifikasi racun penting selama melakukan
penaganan. Berbeda racun akan berbeda penanganan. Kecuali jika ular sudah
diidentifikasi secara jelas, maka seharusnya ular dibunuh dan disimpan. Jika
ini tidak memungkinkan maka penanganan diperlakukan secara serius seperti yang
lain. Identifikasi ular berbisa kadang-kadang menjadi sulit ketika menyerupai
variasi dari ular yang tidak berbahaya. Ketika menjumpai masalah gigitan ular
di suatu daerah tertentu maka cobalah meminta bantuan dari seseorang yang ahli
mengidentifikasi bisa ular di daerah tersebut.
b.
Lakukan Pertolongan pertama untuk
mendapatkan akses medis
Fasilitas
penanganan medis terhadap musibah harus sesegera mungkin didapatkan. Namun pada
proses tersebut harus dengan meminimalisir gerakan. Seseorang yang terkena
gigitan ular harus dalam keadaan tenang dan tidak banyak bergerak berlebihan
sampai dievakuasi atau mendapat penanganan. Jangan mengangkat otot dan jaga posisi
tubuh dari gerakan yang berlebihan. Buat penderita agar merasa nyaman dan
tentram hatinya.
Jika
korban sendirian ketika digigit ular maka seharusnya segera mencari fasilitas
medis daripada menunggu orang lain menemuinya. Jika memungkinkan ular yang
menggigit bisa dibunuh dan dikirim bersama korban agar lebih mudah
mengidentifikasi jenis racun. Hal ini juga akan membantu agar orang lain tidak
terkena gigitan dari ular tadi.
c.
Pertolongan Pertama jika akses medis tidak segera datang
Jika
luka di kaki, letakkan pembalut pengencang / dasi pembungkus atau kain kassa
selebar satu atau 2 jari di bawah dan di atas gigitan. Jika pembalut hanya ada
satu maka diletakkan di antara gigitan dengan jantung korban. Jika gigitan di
tangan atau di kaki maka letakkan pembalut di atas pergelangan tangan atau di
atas mata kaki.
Balutan
seharusnya cukup kencang/ketat untuk menghentikan tekanan darah dekat kulit dan
tetapi jangan terlalu ketat agar tidak menghentikan sirkulasi secara keseluruhan. Jika
bengkak tidak terlihat maka letakkan pembalut 1 inchi dari sisi gigitan. Jika
bengkak terlihat letakkan pembalut di tempat yang tidak bengkak yaitu di tepi
bagian yang bengkak. Jika pembengkakan meluas maka geser pembalut di tepi pembengkakan
yang baru.
Jika
memungkinkan pembalut yang lama tetap dibiarkan
dan taruh pembalut yang baru di sisi pembengkakan yang baru kemudian
pembalut yang lama dilepas dan simpan dan ulangi proses tersebut. Jika
memungkinkan taruh sebongkah es di atas area gigitan. JANGAN membungkus atau
menaruh es secara langsung di kulit atau otot. Dinginkan di tempat gigitan tapi
jangan sampai membeku. JANGAN berhenti mencari es jika evakuasi dan penanganan
medis belum datang.
Hal-Hal
yang harus diperharikan selama melakukan pertolongan pertama ;
1. PERHATIAN!!! Jangan
mengiris luka gigitan atau menghisap bisa dengan mulut. Jika ini dilakukan maka
racun akan merembes ke dalam tubuh melalui melalui jaringan mukosa mulut yang
rusak atau luka. Dan ini bisa menyebabkan bahaya bagi penolong tersebut.
Jika
gigitan terjadi di lengan tangan atau kaki maka jangan banyak digerakan.
Letakkan bagian yang tergigit di bawah posisi jantung. JANGAN naikkan tangan
dan kaki sejajar atau di atas jantung.
2. PERHATIAN! Ketika
bidai digunakan untuk immobilisasi tangan dan kaki, taruh secara HATI - HATI
dan pastikan bidai bekerja baik dan tidak mengikat. Lihat apakah melekat dan
sesuaikan jika terjadi perubahan pembengkakan.
3.
Jika memungkinkan bersihkan area gigitan dengan sabun dan air. Jangan gunakan
ointment atau salep apapun.
4.
JANGAN pernah memberikan korban dengan makanan, alkohol, stimulan (kopi, teh),
obat dan tembakau.
5.
Lepas cincin, jam tangan, barang-barang
perhiasan dari bagian tubuh yg terkena gigitan
6.
CATATAN!!! Untuk beberapa kasus bagi
tenaga pertolongan pertama yang sudah terlatih bisa menggunakan antibisa ular
(ABU) untuk menangani ini. ABU digunakan
untuk kasus yang beresiko dan hanya untuk tenaga yang sudah terlatih
Demikian
beberapa penjelasan mengenai bagaimana melakukan pertolongan pertama pada gigitan
ular. Namun kita tetap berharap tidak akan terjadi kasus tersebut. Kalaupun hal itu
terjadi mudah-mudahan tulisan di atas bisa membantu anda.


No comments:
Post a Comment