Tuesday, May 26, 2015

Cara Mengatasi Gigitan Ular


Cara Mengatasi Gigitan Ular
Cara Mengatasi Gigitan Ular
Gigitan ular, serangga atau sengatan binatang dapat menyebabkan nyeri hebat  dan pembengkakan. Jika tidak segera ditangani dengan segera dan secara benar bisa menyebabkan sakit menjadi lebih serius bahkan bisa menyebabkan kematian.
Binatang-binatang yang menyerang tersebut dapat dikelompokkan menjadi ;
1.      Berbisa atau tidak
2.      Tipe ularnya
3.      Lokasi tempat gigitan
4.      Jumlah bisa/racun yang dimasukkan
Trauma gigitan juga bisa disebabkan binatang lain seperti anjing, kucing, kelelawar, rakoon, tikus. Akibat gigitan tersebut dapat menyebabkan memar, infeksi, robekan dan luka goresan dari kulit kita. Kewaspadaan terhadap tempat-tempat yang menjadi sumber-sumber gigitan perlu ditingkatkan. Hal ini akan membuat kita terhindar dari bahaya tersebut. Pengetahuan dan penerapan pertolongan pertama dapat mengurangi bahaya dari trauma gigitan dan sengatan hewan tersebut. Sehingga bisa meminimalkan keparahan luka dari korban gigitan dan sengatan tersebut. 
            Kondisi serius tergantung sudah berapa lama mulai masuknya bisa. Tandanya nyeri seperti panas, perubahan warna dan bengkak di sekeliling bekas gigitan taring terjadi 5-10 menit sesudah gigitan. Kalau bengkak terjadi 30 menit atau lebih maka hampir pasti bukan ular berbisa yang ganas. Tapi bisa saja ular berbisa namuan  tidak memasukkan bisanya ke dalam tubuh korban. Racun/Bisa hewan tersebut akan merusak sel darah dan membuat tubuh menjadi pucat. Reaksi selanjutnya akan melepuh kemudian kebas (mati rasa) di sekitar area yang terkena. Tanda lain yang akan mengikuti adalah kelemahan, nadi semakin cepat, mual,  nafas  pendek, muntah dan akhirnya menjadi shock atau kondisi yang mengancam nyawa.
Penaganan semua gigitan ular harus dianggap sebagai ular yang beracun beracun.
a.    Coba identifikasi bisa ularnya
Bisa ular yang berbeda akan berbeda pula efeknya. Racun ular pit viper bersifat hemotoxin yaitu  merusak jaringan dan sel darah. Ular cobra, ular coral memasukan racun secara penuh dan bersifat neurotoxin yang efeknya mengenai sistem saraf pusat. Hal ini akan menyebabkan kelemahan/paralisis pernafasan. Ular mocassin dan ular laut bersifat hemotoxin dan neurotoxin.
   Identifikasi racun penting selama melakukan penaganan. Berbeda racun akan berbeda penanganan. Kecuali jika ular sudah diidentifikasi secara jelas, maka seharusnya ular dibunuh dan disimpan. Jika ini tidak memungkinkan maka penanganan diperlakukan secara serius seperti yang lain. Identifikasi ular berbisa kadang-kadang menjadi sulit ketika menyerupai variasi dari ular yang tidak berbahaya. Ketika menjumpai masalah gigitan ular di suatu daerah tertentu maka cobalah meminta bantuan dari seseorang yang ahli mengidentifikasi bisa ular di daerah tersebut.
b.   Lakukan Pertolongan pertama untuk mendapatkan akses medis
Fasilitas penanganan medis terhadap musibah harus sesegera mungkin didapatkan. Namun pada proses tersebut harus dengan meminimalisir gerakan. Seseorang yang terkena gigitan ular harus dalam keadaan tenang dan tidak banyak bergerak berlebihan sampai dievakuasi atau mendapat penanganan. Jangan mengangkat otot dan jaga posisi tubuh dari gerakan yang berlebihan. Buat penderita agar merasa nyaman dan tentram hatinya.
Jika korban sendirian ketika digigit ular maka seharusnya segera mencari fasilitas medis daripada menunggu orang lain menemuinya. Jika memungkinkan ular yang menggigit bisa dibunuh dan dikirim bersama korban agar lebih mudah mengidentifikasi jenis racun. Hal ini juga akan membantu agar orang lain tidak terkena gigitan dari ular tadi.

c. Pertolongan Pertama jika akses medis tidak segera datang
Jika luka di kaki, letakkan pembalut pengencang / dasi pembungkus atau kain kassa selebar satu atau 2 jari di bawah dan di atas gigitan. Jika pembalut hanya ada satu maka diletakkan di antara gigitan dengan jantung korban. Jika gigitan di tangan atau di kaki maka letakkan pembalut di atas pergelangan tangan atau di atas mata kaki.
Balutan seharusnya cukup kencang/ketat untuk menghentikan tekanan darah dekat kulit dan tetapi jangan terlalu ketat agar tidak  menghentikan sirkulasi secara keseluruhan. Jika bengkak tidak terlihat maka letakkan pembalut 1 inchi dari sisi gigitan. Jika bengkak terlihat letakkan pembalut di tempat yang tidak bengkak yaitu di tepi bagian yang bengkak. Jika pembengkakan meluas maka geser pembalut di tepi pembengkakan yang baru.
Jika memungkinkan pembalut yang lama tetap dibiarkan  dan taruh pembalut yang baru di sisi pembengkakan yang baru kemudian pembalut yang lama dilepas dan simpan dan ulangi proses tersebut. Jika memungkinkan taruh sebongkah es di atas area gigitan. JANGAN membungkus atau menaruh es secara langsung di kulit atau otot. Dinginkan di tempat gigitan tapi jangan sampai membeku. JANGAN berhenti mencari es jika evakuasi dan penanganan medis belum datang.


Hal-Hal yang harus diperharikan selama melakukan pertolongan pertama ;
1. PERHATIAN!!! Jangan mengiris luka gigitan atau menghisap bisa dengan mulut. Jika ini dilakukan maka racun akan merembes ke dalam tubuh melalui melalui jaringan mukosa mulut yang rusak atau luka. Dan ini bisa menyebabkan bahaya bagi penolong tersebut.
Jika gigitan terjadi di lengan tangan atau kaki maka jangan banyak digerakan. Letakkan bagian yang tergigit di bawah posisi jantung. JANGAN naikkan tangan dan kaki sejajar atau di atas jantung.
2. PERHATIAN! Ketika bidai digunakan untuk immobilisasi tangan dan kaki, taruh secara HATI - HATI dan pastikan bidai bekerja baik dan tidak mengikat. Lihat apakah melekat dan sesuaikan jika terjadi perubahan pembengkakan.
3. Jika memungkinkan bersihkan area gigitan dengan sabun dan air. Jangan gunakan ointment atau salep apapun.
4. JANGAN pernah memberikan korban dengan makanan, alkohol, stimulan (kopi, teh), obat dan tembakau.
5.  Lepas cincin, jam tangan, barang-barang perhiasan dari bagian tubuh yg terkena gigitan
6. CATATAN!!! Untuk beberapa kasus bagi tenaga pertolongan pertama yang sudah terlatih bisa menggunakan antibisa ular (ABU) untuk menangani ini.  ABU digunakan untuk kasus yang beresiko dan hanya untuk tenaga yang sudah terlatih
Demikian beberapa penjelasan mengenai bagaimana melakukan pertolongan pertama pada gigitan ular. Namun kita tetap berharap tidak akan  terjadi kasus tersebut. Kalaupun hal itu terjadi mudah-mudahan tulisan di atas bisa membantu anda.
            



No comments:

Post a Comment