Kanker
saat ini masih menjadi problema kesehatan yang serius. Meski perkembangan ilmu
dan dunia pengobatan makin berkembang pesat baik secara keilmuan dan metode,
namun begitu bertemu dengan kasus kanker, tetap saja kanker masih menjadi momok . Tak pandang bulu, kanker menyukai tubuh siapa saja baik anak – anak , dewasa, tua, laki – laki maupun perempuan.
Penanganan kanker memerlukan multi
disiplin ilmu. Pendekatan terapi saat ini menurut kedokteran barat
adalah dilakukan operasi, radiasi dan kemoterapi. Bisa dibayangkan betapa
sulitnya menjinakkan kanker ini, hingga tidak cukup satu disiplin ilmu.
Dalam dunia kedokteran timur pernah terdengar keberhasilan penanganan
kanker tanpa operasi. Namun angka itu masih jauh lebih kecil percepatannya
dibanding munculnya kasus – kasus
Rentetan masalah yang menjadi
alasan mengapa kanker saat ini adalah masalah serius diantaranya:
1.
Tingginya biaya pengobatan kanker
Biaya pengobatan kanker sudah
menjadi rahasia umum, mahal !. Nominalnya tak cukup puluhan atau ratusan juta,
hitungan rupiah milyar pun bisa dibelanjakan untuk memperoleh harapan
kesembuhan dari kanker. Mungkin tidak akan menjadi masalah jika kanker hanya
memilih tubuh orang – orang yang berkantong milyaran. Namun tidak, kanker
tak pandang kantong siapa, bisa petani - petani miskin, mahasiswa atau
pengangguran, keluarga yang penghasilan perbulan cukup untuk makan, bisa juga
terserang. Anggaran yang harus disiapkan untuk menanggung kanker cukup besar.
Mahalnya biaya tersebut bisa dimaklumi, karena memang obat – obatan untuk
kanker mahal, membutuhkan instalasi operasi, kemoterapi, radiasi, pemeriksaan
laboratorium penunjang dan sebagainya. Biaya yang tidak terjangkau , membuat
masyarakat enggan dan akhirnya drop out dari pengobatan.
2.
Harapan hidup dan kesembuhan yang rendah.
Untuk mematikan sel – sel kanker
sangat sulit, terutama kanker – kanker yang sudah menyebar/ metastasis. Lembaga
riset kanker Columbia,1991 pernah meneliti penggunaan salah satuherbal
yaitu propolis untuk penangannan kanker. Dituliskan pemakaian selama 6 bulan
secara teratur dapat mereduksi kanker sebanyak 50 %. Minimal 6 bulan
pemakain secara teratur. Waktu yang lama pastinya akan menghabiskan biaya
yang banyak pula. Penderita pasti akan berhitung, sudah habis uang
banyak, tapi pengobatan belum nampak hasilnya. Penanganan dengan
operasi , kemoterapi, dan radiasi pun kadang juga tidak memberikan hasil lebih
baik. Terkadang efek samping dari tindakan tersebut yang membuat kondisi tubuh
penderita makin melemah daya tahannya dan makin mudah kemungkinan disertai
penyakit – penyakit yang lain. Penderita akan dihadapkan pada dilema yang sama-
sama belum jelas .
3.
Pengobatan kanker memerlukan waktu lama
Kanker cukup spesial, penderita
sering dimanjakan dengan menginap berbulan – bulan dirumah sakit. Belum
termasuk pemeriksaan ulang/ kontrol atau biaya untuk kanker yang muncul kembali
ditempat / organ lain. Sebagai contoh, ada sebuah tubuh yang benar – benar
menjadi tempat nyaman berkembangnya sel – sel kanker. Suatu saat pernah menjalani
operasi pengangkatan kanker rahim. Sepuluh tahun kemudian, ternyata harus
menjalani operasi kanker ulang yang kali ini tumbuh dipayudaranya.
Wallahu’alam.
IMUNITAS TUBUH KITA MAMPU MELAWAN
KANKER
Darimana kanker itu datang ?
Kanker sebenarnya berasal dari sel
– sel tubuh kita. Harun yahya menjelaskan tanpa memperhatikan jenisnya,
kanker pada mulanya berkembang pada sel normal dan sehat dan memiliki
karakteristik dasar sel normal ini, setidaknya dalam tahapan perkembangna
awalnya. Namun demikian , sel – sel ini cenderung kehilangan sebagian
kemampuannya. Salah satu kemampuan yang penting adalah kemampuan untuk
bereaksi terhadap pesan –pesan yang dikirimkan oleh lingkungan atau oleh
organismenya sendiri, yang mengatur replikasi sel. Ketika ketakteraturan ini
terjadi sel tak lagi dapat mengendalikan replikasinya dan pertumbuhan jaringan.
Proses ini yang dikenal dengan “ pembelahan berkesinambungan” secara genetis
ditransfer kepada sel – sel baru, mengakibatkan penyebaran tumor , yang
pada gilirannya menyerang jaringan tetangganya. Sel yang rusak ini memakan
nutrisi sel lain , menghabiskan suplai asam amino yang sangat penting. Sel
kanker akhirnya menutup saluran dalam tubuh manusia dengan volumenya yang terus
membesar. Mereka berakumulasi dalam berbagai organ seperti otak, paru- paru,
hati, dan ginjal, mengelilingi sel sehat dan normal dalam organ ini dan
menghalangi fungsi normalnya, akhirnya ancaman yang serius terhadap kehidupan
manusia.
Sel normal hanya membelah diri
kalau mereka menerima perintah dari sel tetangganya. Ini termasuk cara
pengamanan di dalam organisme itu. Akan tetapi, sel kanker tidak merespon
mekanisme ini dan menolak setiap pengendalian pada sistem replikasinya. Jenis
kanker yang dijelaskan sejauh ini tidak menyebabkan masalah pada sistem
pertahanan. Tubuh yang kuat dengan sistem pertahan yang efektif mampu
berjuang melawan sel kanker yang berkembang dan bertambah jumlahnya, dan bahkan
mengalahkan penyakit itu.
Seperti kita ketahui tubuh
sebuah organisme ciptaan Allah telah didesain dengan begitu sempurna . Dibekali
dengan berbagai perangkat pertahanan agar mampu terus hidup dan mempertahankan
kehidupannya. Sistem pertahanan itu adalah imunitas tubuh. Secara garis besar
memiliki 3 fungsi :
·
Pertahanan ditujukan untuk infeksi mikroorganisme
· Homeostasis
(keseimbangan tubuh), mengeliminasi komponen tubuh yang sudah tua
· Pengawasan,
menghancurkan sel – sel yang bermutasi terutama yang menjadi ganas.
Nampak jelas bukan kegunaan dari
sistem imunitas tubuh ? Ada yang bertugas menangkal serangan dari luar, menjaga
stabilitas keamanan di dalam dan ada yang berfungsi sebagai pengawas ketika
nanti ada bagian tubuh yang hendak menggerogoti dirinya sendiri. ( Mudah dan
hemat hidup sehat, dr dwi anton dan dr.dyah andari hal :22)
Kemudian pastilah akan muncul lagi
pertanyaan. Jika di dalam tubuh sudah ada mekanisme “auto control” , mengapa
kanker masih bisa bersarang dan menyerang.
Salah satu faktor ternyata adalah
gaya hidup atau kebiasaan. Kebiasaan kita saat ini cenderung memberatkan
/ mengancam sistem imunitas tanpa mengimbangi dengan kebiasaan untuk memenuhi
apa yang dibutuhkan oleh sistem imun. Sangat sederhana, tanpa kita
sadari, namun berlangsung sedikit demi sedikit namun pasti menurunkan
bahkan merusak sistem imun. Kebiasaan - kebiasaan tersebut ada yang
langsung mendatangkan perusak bersifat karsinogenik, ada juga yang
melalui melemahkan sistem imunitas terlebih dahulu. Bahkan kebiasaan tersebut
sudah diawali dari pembiasaan sejak dini, sehingga melahirkan perilaku hidup
yang tidak sehat. Diantaranya adalah :
A.Kebiasaan makan
a.
Pewarna, pengawet,
b.
Tepung – tepungan dan gorengan
Menurut kedokteran timur
kelembapan baik dalam maupun dari luar merupakan salah satu faktor penyebab
penyakit yang sulit diatasi. Sumber dari kejahatan lembab yang paling kentara
adalah makanan seperti junk food yang terbuat dari gula putih dan tepung.
Makanan inilah faktor – faktor utama yang berkontribusi pada munculnya penyakit
diabetes, keracunan darah dan menurunnya kekebalan tubuh. (Kamus pintar obat
cina, daniel ried hal 35) .
Gorengan termasuk junk food yang
tidak sehat. Makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong serta ubi
yang mengalami proses digoreng terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa
karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida. Akrilamida ini merusak sel -
sel tubuh dan memicu timbulnya tumor, merusak DNA, saraf, mengganggu tingkat
kesuburan dan mengakibatkan keguguran. Menurut WHO, akrilamida adalah senyama
kimia yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk
menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau
pada PAM. Tingkat konsumsi gorengan masyarakat sudah sangat mengkhawatirkan
karena hampir tidak ada makanan yang tidak digoreng. Sedihnya, stan gorengan
sudah ada disudut –sudut sekolah bahkan untuk anak – anak SD.
B. Kebiasaan memasak
a. MSG
Kebiasaan memasak keluarga kita sudah turun temurun menambahkan MSG sebagai perasa. Memang saat ini MSG menjadi kontroversial apakah bersifat karsinogenik atau bukan. Semua berdasarkan penelitian dan semuanya berangkat dari perbedaan kepentingan. Terlepas dari kontroversial itu , mari kita lebih berhati – hati. Tidak ada asap jika tidak ada api. Kanker terus meningkat, penyakit degeneratif yang lain mulai muncul di usia dini. Darimanakah asap itu, jawabannya karena kita masih sulit menemukan api itu.
Kebiasaan memasak keluarga kita sudah turun temurun menambahkan MSG sebagai perasa. Memang saat ini MSG menjadi kontroversial apakah bersifat karsinogenik atau bukan. Semua berdasarkan penelitian dan semuanya berangkat dari perbedaan kepentingan. Terlepas dari kontroversial itu , mari kita lebih berhati – hati. Tidak ada asap jika tidak ada api. Kanker terus meningkat, penyakit degeneratif yang lain mulai muncul di usia dini. Darimanakah asap itu, jawabannya karena kita masih sulit menemukan api itu.
b.Menggoreng
Minyak yang digunakan untuk
menggoreng adalah bahan yang paling mudah teroksidasi. Proses oksidasinya bisa
dilihat dari berubahnya warna minyak yang menjadi agak kehitam-hitaman setelah
menggoreng. Kalau makanan sudah teroksidasi maka radikal bebas akan mudah
terbentuk. Radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh dapat menghancurkan DNA
dalam sel-sel sehingga menyebabkan kanker
C. Kebiasaan perilaku
a.
Merokok
b.
Berkendaraan tanpa pengaman
c.
Bekerja ditempat beresiko tanpa pengaman ; percetakan, pabrik rokok atau
textil
d.
Penggunaan laptop, handphone, dan alat elektronik yang lain.
e.
Penggunaan alat kontrasepsi terutama hormonal
f.
Penggunaan detergen, pewangi dan pelembut pakaian, pengharum ruangan dll
D. Putus asa dan pesimis
Gaya hidup materialistis , ataupun
tuntutan lingkungan kantor, kuliah, rumah tangga saat ini banyak
nuansa persaingan . Seringkali jika kita merasa tak mampu bersaing atau
mengimbangi ada perasaan pesimistis dan putus asa, puncaknya adalah
stres. Stres yang berkepanjangan akan menurunkan daya tahan tubuh.
Sebaliknya menurut penelitian ilmiah menegaskan bahwa pribadi periang dan
optimis , tubuhnya akan mampu mengeluarkan zat interferon dengan jumlah besar
yang bisa membunuh virus , bahkan kanker. ( Dr.Abdurahman Az-Ziyadi, dari
catatan kaki, sembuh dengan air kencing onta, kiswah media hal :17)
Apa yang tersebut dalam makalah ini
hanya sebagian dari faktor – faktor yang akan melemahkan sistem imun dan
berpotensi merusak sel sehat, yang akrab dengan kehidupan sehari – hari.
Terutama berhubungan dengan tugas seorang muslimah. Tentunya mulai sekarang
sudah harus dipersiapkan dan direncanakan gaya hidup seperti apa yang nanti
akan dibangun, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya kelak. Dalam
rangka mencegah dan membentengi tubuh kita dari ancaman kanker /tumor yang
identik dengan muslimah, seperti kanker payudara, kista, rahim dan leher
rahim.
Batasi, Nikmati dan Imbangi (BNI)
adalah cara realistis kita saat ini untuk mempertahankan kemampuan sistemimun
kita. Meninggalkan semua adalah hampir mustahil karena kita adalah makhluk
sosial. Batasi adalah menggunakan seminimal mungkin dan sealamiah mungkin
penggunaan sarana pendukung kehidupan. Periksa dan mulailah dari dapur. Nikmati,
fasilitas – fasilitas kenyamanan atau makanan dengan tetap memperhatikan
kehalalan dan kethoyiban bagi tubuh. Ambil secukupnya saja, sarana yang ada
didunia tanpa berlebih lebihan. Imbangi, seimbangkan apa yang bersifat
menurunkan daya tahan tubuh dengan apa yang bisa memperkuatnya. Olah
raga,suplementasi nutrisi atau herbal, serta bangunlah kepribadian jiwa yang
penuh optimisme dengan mengenal Allah dan RasulNya.
Oleh dr.dyah andari
Daurah Jelang Ramadhan FUM
Surakarta 30 Juli 2011

No comments:
Post a Comment