Monday, January 19, 2015

Dahsyatnya Cancer  VS  Hebatnya Sistem Imun Kita

Kanker saat ini masih menjadi problema kesehatan yang serius. Meski perkembangan ilmu dan dunia pengobatan makin berkembang pesat baik secara keilmuan dan metode, namun begitu bertemu dengan kasus kanker,  tetap saja  kanker masih menjadi momok  . Tak pandang bulu, kanker  menyukai tubuh siapa saja  baik anak – anak , dewasa, tua,  laki – laki maupun perempuan.

Penanganan kanker memerlukan multi disiplin ilmu. Pendekatan terapi  saat ini menurut kedokteran barat  adalah dilakukan operasi, radiasi dan kemoterapi. Bisa dibayangkan betapa sulitnya menjinakkan kanker ini, hingga tidak cukup  satu disiplin ilmu. Dalam dunia kedokteran timur  pernah terdengar keberhasilan penanganan kanker tanpa operasi. Namun angka itu masih jauh lebih kecil percepatannya dibanding munculnya kasus – kasus

Rentetan masalah yang menjadi alasan mengapa kanker saat ini adalah  masalah serius  diantaranya:
1.      Tingginya biaya pengobatan kanker
Biaya  pengobatan kanker sudah menjadi rahasia umum, mahal !. Nominalnya tak cukup puluhan atau ratusan juta, hitungan rupiah milyar pun bisa dibelanjakan  untuk memperoleh harapan kesembuhan dari kanker. Mungkin tidak akan menjadi masalah jika kanker hanya memilih tubuh orang – orang  yang berkantong milyaran. Namun tidak, kanker tak pandang kantong siapa, bisa petani  - petani miskin, mahasiswa atau pengangguran, keluarga yang penghasilan perbulan cukup untuk makan, bisa juga terserang. Anggaran yang harus disiapkan untuk menanggung kanker cukup besar. Mahalnya biaya tersebut bisa dimaklumi, karena memang obat – obatan untuk kanker mahal, membutuhkan instalasi operasi, kemoterapi, radiasi, pemeriksaan laboratorium penunjang dan sebagainya. Biaya yang tidak terjangkau , membuat masyarakat enggan dan akhirnya drop out dari pengobatan.

2.      Harapan hidup dan kesembuhan  yang rendah.
Untuk mematikan sel – sel kanker sangat sulit, terutama kanker – kanker yang sudah menyebar/ metastasis. Lembaga riset kanker Columbia,1991 pernah  meneliti penggunaan salah satuherbal yaitu propolis untuk penangannan kanker. Dituliskan pemakaian selama 6 bulan secara teratur  dapat mereduksi kanker sebanyak 50 %. Minimal 6 bulan pemakain secara teratur. Waktu yang lama pastinya akan menghabiskan biaya yang  banyak pula.  Penderita pasti akan berhitung, sudah habis uang banyak, tapi pengobatan belum nampak hasilnya.   Penanganan dengan operasi , kemoterapi, dan radiasi pun kadang juga tidak memberikan hasil lebih baik. Terkadang efek samping dari tindakan tersebut yang membuat kondisi tubuh penderita makin melemah daya tahannya dan makin mudah kemungkinan disertai penyakit – penyakit yang lain. Penderita akan dihadapkan pada dilema yang sama- sama belum jelas .  

3.      Pengobatan kanker memerlukan waktu lama
Kanker cukup spesial, penderita sering dimanjakan dengan menginap berbulan – bulan dirumah sakit. Belum termasuk pemeriksaan ulang/ kontrol atau biaya untuk kanker yang muncul kembali ditempat / organ lain. Sebagai contoh, ada sebuah tubuh yang benar – benar menjadi tempat nyaman berkembangnya sel – sel kanker.  Suatu saat pernah menjalani operasi pengangkatan kanker rahim.  Sepuluh tahun kemudian, ternyata harus menjalani operasi kanker  ulang yang  kali ini tumbuh dipayudaranya. Wallahu’alam.

IMUNITAS TUBUH KITA MAMPU MELAWAN KANKER
Darimana kanker itu datang ?
Kanker sebenarnya berasal dari sel – sel tubuh kita. Harun yahya menjelaskan  tanpa memperhatikan jenisnya, kanker pada mulanya berkembang pada sel normal dan sehat dan memiliki karakteristik dasar sel normal ini, setidaknya dalam tahapan perkembangna awalnya.  Namun demikian , sel – sel ini cenderung kehilangan sebagian kemampuannya.  Salah satu kemampuan yang penting adalah kemampuan untuk bereaksi terhadap pesan –pesan yang dikirimkan oleh lingkungan atau  oleh organismenya sendiri, yang mengatur replikasi sel. Ketika ketakteraturan ini terjadi sel tak lagi dapat mengendalikan replikasinya dan pertumbuhan jaringan. Proses ini yang dikenal dengan “ pembelahan berkesinambungan” secara genetis  ditransfer kepada sel – sel baru, mengakibatkan penyebaran tumor , yang pada gilirannya menyerang jaringan tetangganya. Sel yang rusak ini memakan nutrisi sel lain , menghabiskan suplai asam amino yang sangat penting. Sel kanker akhirnya menutup saluran dalam tubuh manusia dengan volumenya yang terus membesar. Mereka berakumulasi dalam berbagai organ seperti otak, paru- paru, hati, dan ginjal, mengelilingi sel sehat dan normal dalam organ ini dan menghalangi fungsi normalnya, akhirnya ancaman yang serius terhadap kehidupan manusia.

Sel normal hanya membelah diri kalau mereka menerima perintah dari sel tetangganya. Ini termasuk cara pengamanan di dalam organisme itu. Akan tetapi, sel kanker tidak merespon mekanisme ini dan menolak setiap pengendalian pada sistem replikasinya. Jenis kanker yang dijelaskan sejauh ini tidak menyebabkan masalah pada sistem pertahanan.  Tubuh yang kuat dengan sistem pertahan yang efektif mampu berjuang melawan sel kanker yang berkembang dan bertambah jumlahnya, dan bahkan mengalahkan penyakit itu.

Seperti kita ketahui  tubuh sebuah organisme ciptaan Allah telah didesain dengan begitu sempurna . Dibekali dengan berbagai perangkat pertahanan agar mampu terus hidup dan mempertahankan kehidupannya. Sistem pertahanan itu adalah imunitas tubuh. Secara garis besar memiliki 3 fungsi :
·        Pertahanan ditujukan untuk infeksi mikroorganisme
·  Homeostasis (keseimbangan tubuh), mengeliminasi komponen tubuh yang sudah tua
·        Pengawasan, menghancurkan sel – sel yang bermutasi terutama yang menjadi ganas.
Nampak jelas bukan kegunaan dari sistem imunitas tubuh ? Ada yang bertugas menangkal serangan dari luar, menjaga stabilitas keamanan di dalam dan ada yang berfungsi sebagai pengawas ketika nanti ada bagian tubuh yang hendak menggerogoti dirinya sendiri. ( Mudah dan hemat hidup sehat, dr dwi anton dan dr.dyah andari hal :22)
Kemudian pastilah akan muncul lagi pertanyaan. Jika di dalam tubuh sudah ada mekanisme “auto control” , mengapa kanker masih bisa bersarang dan menyerang.
Salah satu faktor ternyata adalah gaya hidup atau kebiasaan. Kebiasaan  kita saat ini cenderung memberatkan / mengancam sistem imunitas tanpa mengimbangi dengan kebiasaan untuk memenuhi  apa yang dibutuhkan oleh sistem imun. Sangat sederhana, tanpa kita sadari, namun berlangsung sedikit demi sedikit namun pasti  menurunkan bahkan merusak sistem imun.  Kebiasaan - kebiasaan tersebut ada yang langsung mendatangkan  perusak bersifat karsinogenik, ada juga yang melalui melemahkan sistem imunitas terlebih dahulu. Bahkan kebiasaan tersebut sudah diawali dari pembiasaan sejak dini, sehingga melahirkan perilaku hidup yang tidak sehat. Diantaranya adalah :
A.Kebiasaan makan
a.       Pewarna, pengawet,
b.      Tepung – tepungan dan gorengan
Menurut kedokteran timur  kelembapan baik dalam maupun dari luar merupakan salah satu faktor penyebab penyakit yang sulit diatasi. Sumber dari kejahatan lembab yang paling kentara adalah makanan seperti junk food yang terbuat dari gula putih dan tepung. Makanan inilah faktor – faktor utama yang berkontribusi pada munculnya penyakit diabetes, keracunan darah dan menurunnya kekebalan tubuh. (Kamus pintar obat cina, daniel ried hal 35) .
Gorengan termasuk junk food yang tidak sehat. Makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang, singkong serta ubi yang mengalami proses digoreng terbukti dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida. Akrilamida ini merusak sel - sel tubuh dan memicu timbulnya tumor, merusak DNA, saraf, mengganggu tingkat kesuburan dan mengakibatkan keguguran. Menurut WHO, akrilamida adalah senyama kimia yang biasa dipakai di laboratorium dan digunakan sebagai zat untuk menggumpalkan kotoran dalam proses pemurnian air, seperti untuk air minum atau pada PAM. Tingkat konsumsi gorengan masyarakat sudah sangat mengkhawatirkan karena hampir tidak ada makanan yang tidak digoreng. Sedihnya, stan gorengan sudah ada disudut –sudut sekolah bahkan untuk anak – anak SD.

B. Kebiasaan memasak
a. MSG 
Kebiasaan memasak keluarga kita sudah turun temurun menambahkan MSG sebagai perasa. Memang saat ini MSG menjadi kontroversial apakah  bersifat karsinogenik atau bukan. Semua berdasarkan penelitian dan semuanya berangkat dari perbedaan kepentingan. Terlepas dari kontroversial itu , mari kita lebih berhati – hati. Tidak ada asap jika tidak ada api.  Kanker terus meningkat, penyakit degeneratif yang lain mulai muncul di usia dini. Darimanakah asap itu, jawabannya karena kita masih sulit menemukan api itu.

b.Menggoreng
Minyak yang digunakan untuk menggoreng adalah bahan yang paling mudah teroksidasi. Proses oksidasinya bisa dilihat dari berubahnya warna minyak yang menjadi agak kehitam-hitaman setelah menggoreng. Kalau makanan sudah teroksidasi maka radikal bebas akan mudah terbentuk. Radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh dapat menghancurkan DNA dalam sel-sel sehingga menyebabkan kanker

C. Kebiasaan perilaku
a.       Merokok
b.      Berkendaraan tanpa pengaman
c.       Bekerja ditempat beresiko tanpa pengaman ; percetakan, pabrik  rokok atau textil
d.      Penggunaan laptop, handphone, dan alat elektronik yang lain.
e.       Penggunaan alat kontrasepsi terutama hormonal
f.       Penggunaan detergen, pewangi dan pelembut pakaian, pengharum  ruangan dll

D. Putus asa dan pesimis
Gaya hidup materialistis , ataupun tuntutan lingkungan  kantor, kuliah, rumah tangga saat ini banyak  nuansa persaingan . Seringkali jika kita merasa tak mampu bersaing atau mengimbangi ada perasaan pesimistis dan putus asa, puncaknya adalah stres.  Stres yang berkepanjangan akan menurunkan daya tahan tubuh. Sebaliknya menurut penelitian ilmiah menegaskan bahwa pribadi periang dan optimis , tubuhnya akan mampu mengeluarkan zat interferon dengan jumlah besar yang bisa membunuh virus , bahkan kanker. ( Dr.Abdurahman Az-Ziyadi, dari catatan kaki, sembuh dengan air kencing onta, kiswah media hal :17)
Apa yang tersebut dalam makalah ini hanya sebagian dari faktor – faktor yang akan melemahkan sistem imun dan berpotensi merusak sel sehat, yang akrab dengan kehidupan sehari – hari. Terutama berhubungan dengan tugas seorang muslimah. Tentunya mulai sekarang sudah harus dipersiapkan dan direncanakan gaya hidup seperti apa yang nanti akan dibangun, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya kelak. Dalam rangka mencegah dan membentengi tubuh kita dari ancaman kanker /tumor yang identik dengan muslimah, seperti kanker payudara, kista, rahim dan leher rahim.       
    
Batasi, Nikmati dan Imbangi (BNI) adalah cara realistis kita saat ini untuk mempertahankan kemampuan sistemimun kita. Meninggalkan semua adalah hampir mustahil karena kita adalah makhluk sosial. Batasi adalah menggunakan seminimal mungkin dan sealamiah mungkin penggunaan sarana pendukung kehidupan. Periksa dan mulailah dari dapur. Nikmati, fasilitas – fasilitas kenyamanan atau makanan dengan tetap memperhatikan kehalalan dan kethoyiban bagi tubuh. Ambil secukupnya saja, sarana yang ada didunia tanpa berlebih lebihan. Imbangi, seimbangkan apa yang bersifat menurunkan daya tahan tubuh dengan apa yang bisa memperkuatnya. Olah raga,suplementasi nutrisi atau herbal, serta bangunlah kepribadian jiwa yang penuh optimisme dengan mengenal Allah dan RasulNya.

Oleh dr.dyah andari

Daurah Jelang Ramadhan FUM Surakarta 30 Juli 2011

No comments:

Post a Comment