Angka kesakitan anak paling tinggi terjadi pada
balita. Demikian karena sistem daya tahan tubuhnya belum sempurna, sehingga
paparan sedikit, perubahan lingkungan , kelelahan fisik mudah sekali
menyebabkan buah hati jatuh sakit.
Sakit pasti berhubungan dengan obat. Meminumkan
obat kadang menjadi permasalahan pelik bagi kedua orang tuanya. Wajar saja bagi
anak, karena dia belum bisa berpikir , sakit ya minum obat. Sehingga orang tua
juga tidak bisa menyuruh begitu saja kepada anak untuk meminum obat sebagaimana
orang dewasa. Akhirnya meminumkan obat menjadi moment yang traumatis,
menegangkan bahkan mirip dengan penganiayaan. Tragis amat.
Lihat saja jurus ayah. Dengan kuat ‘ memiting’
kaki dan tangan anak, tangan menyumbat hidung. Ibu membuka mulut anak dengan
paksa sambil memasukkan sendok yang berisi obat ke dalam mulutnya. Makin heboh
diiringi deru tangis anak. Pembaca mungkin lebih mengenal ‘teknik cangar’ itu. Tidak
harus seperti itu jika kita punya tekhnik yang benar.
Buat
situasi tetap menyenangkan
Dunia anak adalah bermain dan gembira. Saat
sakit dia sudah kehilangan sebagian dunianya itu.Jangan diperparah lagi dengan
suasana tegang saat minum obat. Kondisikan suasana seperti saat – saat dia
sehat. Beberapa sirup anak ada yang berasa dan berwarna seperti jeruk, apel,
strabery. Dengan sedikit merayu, “Yuk, saatnya minum sirup rasa jeruuuk”.
Dengan begitu anak akan merasa dikasih sirup kesukaannya.
Hilangkan
persepsi obat ‘pahit’
Ujung lidah merasakan manis, sedangkan obat
pahit. Untuk anak yang sudah bisa menelan bentuk tablet anda bisa mencoba dengan menyuruh anak
meletakkan pil itu diujung lidahnya. Sejenak dia tidak akan merasakan pahit,
segera guyur dengan air dia baru merasakan pahit setelah berada di pangkal
lidah dan obatpun sudah tertelan. Untuk bentuk serbuk anda bisa meminta kepada
dokter atau apoteker untuk membuat menjadi rasa manis. Jika anda harus
menggerus sendiri tablet itu anda bisa menambahkan tablet gula seperti pada
penderita diabetes.
Lakukan
pemanasan.
Bawalah satu gelas air putih , sendokkan
beberapa, seolah – olah anda sedang menyuapkan air putih. Alihkan perhatian
anak sejenak sambil memasukkan obat kedalam sendok tadi, lalu minumkan seolah
masih menyuapkan air putih.
Bilas
dengan air putih.
Segera beri air putih untuk menghilangkan sisa
dan bau obat di mulut yang bisa termemori oleh anak.
Tenangkan
anak
Selalu berikan pujian jika anak sudah minum
obat dengan baik. Buat dia seolah – olah telah melakukan prestasi yang besar.
Jangan lupa bimbing mengucap alhamdulillah dan berdoa. “Ehm..pinter anak
sholeh. Alhamdulillah semoga Allah kasih kesembuhan ya dik..ya.”
Ditulis oleh dr. Dwi Anton BC

No comments:
Post a Comment