![]() |
| Mukjizat Puasa untuk Kesehatan |
Manfaat Puasa untuk Kesehatan - Puasa merupakan
salah satu rukun Islam. Banyak penelitian yang sudah membuktikan manfaatanya
dalam kesehatan. Namun dalam pelaksanaannya tidak mudah untuk mengambil manfaat
puasa tersebut secara maksimal. Kadang-kadang pada beberapa kejadian justru
orang menjadi kurang sehat, kurang bugar/fit staminanya saat puasa. Ada pula yang merasa terbebani dengan ibadah tersebut dan bahkan
ada yang menjadi sakit dengan mengkambinghitamkan puasa sebagai penyebabnya.
Lalu bagaimana agar puasa yang dijalani bisa memberikan manfaat secara agama
dan bisa pula memberi manfaat secara kesehatan dan kebugaran.
1. Lakukan puasa dengan ikhlas dan
berniat menjalankan perintah Allah.
2. Laksanakan rangkaian puasa secara baik dan sesuai perintah Rosulullah saw
baik dari sahur hingga sahur lagi. Terutama dalam tata cara mengkonsumsi
makanan.
3. Lakukan kebiasaan itu di luar bulan ramadhan secara terukur sesuai porsinya agar
kesehatan maksimal bisa didapatkan.
Kemudian apa manfaat kesehatan dari
puasa Ramadhan yang kita lakukan. Dari berbagai penelitian dapat dikelompokkan
menjadi;
1. Puasa sebagai proses
detoksifikasi terhadap racun-racun tubuh.
2. Memperbaiki mesin organ tubuh terutama saluran pencernaan.
3. Sebagai pelatihan peningkatan daya tahan tubuh yang paling ideal.
4. Meningkatkan kesehatan tubuh karena banyaknya perbaikan faktor
pendukung kesehatan. Misal meningkatnya
HDL, menurunnya LDL, memperbaiki kerja jantung, meningkatkann metabolisme,
meningkatkan kemampuan otak dan lain-lain.
Pada kenyataannya
beberapa manfaat puasa yang sangat banyak ini belum mampu dijadikan suatu
energi positif dalam aktivitas harian. Persepsi dan perasaan yang masih melekat
dalam pikiran belum bisa dihilangkan secara penuh bahwa berpuasa membuat
stamina kesehatan dan kebugarannya turun. Sehingga dalam melaksanakan kegiatan rutinitas
keseharian sering mengurangi porsi aktivitas secara berlebihan dengan alasan
puasa. Banyak anggapan tentang puasa yang menjadikan tubuh loyo, lemas, susah
berpikir, mudah lelah dan sebagainya. Sehingga puasa menjadi identik dengan aktivitas
yang bermalas-malasan sambil menunggu buka puasa.
Padahal jika
kita lihat shirah Rasulullah justru kebanyakan melaksanakan peperangan pada
bulan Ramadhan. Padahal peperangan merupakan aktivitas yang banyak menguras
tenaga. Kenapa hal ini dilakukan Rasulullah ? Hal ini karena tak lain puasa
yang dilakukan dengan niat ikhlas dan sesuai aturan yang benar, banyak
memberikan manfaat baik secara kesehatan dan kebugaran. Dan modal inilah yang
digunakan Rosulullah dalam berperang dan banyak menghasilkan banyak kemenangan.
Keadaan ini bisa diterangkan bahwa pada saat puasa akan ditemukan peningkatan
hormon TSH (tiroid stimulanting hormon). Hormon ini akan memacu metabolisme
tubuh sehingga tubuh bisa membuat pembakaran yang menghasilkan tenaga. Sehingga
jika puasa dilaksanakan dengan benar, maka justru bisa menghasilkan tenaga
secara efektif.
Meski puasa
secara umum banyak memberikan manfaat kesehatan dan kebugaran, namun tetap saja
pada beberapa kondisi khusus harus mendapat perhatian. Salah satunya pada ibu
hamil dan menyusui. Pada
kondisi ibu hamil, maka yang harus menjadi perhatian adalah angka kecukupan
gizi. Usahakan kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi dengan cara menkompensasi
pada saat buka, sahur dan di antara keduannya. Kebutuhan karbohidrat, protein,
lemak, asam folat, besi, calsium pada ibu harus bisa tercukupi selama berpuasa.
Sebelum berpuasa sebaiknya memeriksakan diri dan janinnya ke dokter untuk
melihat status kesehatannya. Jika tidak didapatkan gangguan maka bisa melakukan
puasa sebagaimana yang lain. Peringatan pada ibu hamil yang berpuasaadalah jika dijumpai kondisi sebagai berikut yaitu mulai
pusing, lemes, keringat dingin, mata berkunang-kunang dan tidak hilang dengan
istirahat kira-kira seperempat sampai setengah jam. Jika ibu hamil yang
berpuasa merasakan hal ini maka bisa membatalkan puasa. Apalagi jika ditambah
gerakan janin yang menjadi tidak normal seperti biasanya misalnya gerakan janin
yang berlebihan atau berkurang , maka disarankan untuk berbuka. Karena hal tersebut merupakan tanda bahwa
tubuh kekurangan nutrisi yang cukup signifikan. Jika berbuka tidak dilakukan
maka dikhawatirkan selain menggaggu kesehatan ibu , akan mengganggu kesehatan
janin pula. Jangan pernah memaksakan jika warning dari dalam tubuh sudah
memberikan sinyal. Namun jika selama puasa, ibu hamil tidak mengalami banyak
gangguan kesehatan maka bisa dilanjutkan sampai selesai. Intinya tergantung
kondisi masing-masing ibu hamil.
Tidak berbeda
pada ibu hamil, ibu menyusui juga harus mendapatkan perhatian selama puasa.
Karena sama-sama memerlukan tambahan nutrisi dibanding yang lain. Pemenuhan
kebutuhan gizi selama menyusui harus mendapat perhatian penting karena untuk
memasok jumlah asinya. Namun perlu diketahui bahwa salah satu manfaat puasa
adalah justru untuk merangsang pengeluaran asi. Karena pada saat puasa tubuh mengeluarkan hormon prolactin yang
berfungsi memacu pengeluaran air susu. Jadi selama kebutuhan nutrisi sudah
terpenuhi maka produksi asi di bulan puasa justru akan meningkat.
Demikian tulisan
tentang manfaat puasa dari sisi kesehatan dan kebugaran, semoga puasa kita
menjadikan aktivitas lebih produktif dan mendapatkan manfaat maksimal...amin.

Wah mantap gan untuk pembahasannya mengenai manfaat puasa untuk kesehatan tubuh, sukses untuk pembahasan lainnya
ReplyDelete