Kegiatan aktivitas fisik
yang tanpa pengetahuan dan perhitungan kadang-kadang justru akan menjerumuskan
kita dalam hal–hal yang lebih merugikan kondisi fisik kita sendiri.
Ketidakmampuan untuk mengenal dan mendeteksi secara dini resiko-resiko
kecelakaan dari jenis kegiatan yang akan kita kerjakan, akan membuat kita lebih
“sembrono” dalam melakukannya apalagi ditambah tanpa mengetahui teknik yang
benar.
Masing masing jenis
kegiatan, akan mempunyai hal-hal yang harus diwaspadai sebagai akibat dari
kegiatan itu, misalnya untuk sepakbola biasanya terjadi terkilir, dislokasi
sampai patah tulang, untuk renang mungkin terjadi kram kaki atau perut ,
badminton terkena “suttle kok” bagian mata dan lain sebagainya.
Pola kompetisi yang muncul dalam suasana kegiatan fisik secara bersamaan
biasanya memacu semangat yang lebih bahkan sampai berlebihan sehingga tidak
memperhitungkan batas kemampuan fisiknya. Organ-organ tubuh “dipaksa” bekerja
melampaui batas untuk memenuhi target atau kemenangan, dilakukan secara
mendadak tanpa tahapan atau pemanasan. Dan hal inilah yang justru berbahaya
apalagi jika si pelaku sudah mempunyai riwayat kesehatan yang terganggu misal
penyakit darah tinggi, jantung, riwayat trauma sebelumnya.
Berikut ini merupkan
pengobatan cidera pada olahraga yang dibagi menjadi 4 tahap
1. RICE Segera setelah
cidera (0-24 jam s/d 36 jam)
Rest
: Diistirahatkan bagian yang mengalami cidera
Ice
: Kompres dingin bagian yang cidera untuk mengurangi perdarahan, pembengkakan,
dan rasa sakit.
Compression : Balut tekan pada daerah cidera untuk
mengurangi pembengkakan dan membatasi pergerakan tetapi tidak boleh terlalu
kencang agar jaringan di bawahnya tidak mati.
Elevation :
mengangkat bagian cidera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran
darah ke tempat cidera sehingga berkurang perdarahan dan pembengkakan.
2. Setelah cidera 24 s/d 36
jam
Pemberian kompres panas (
heat treatment ) dengan interval 20-30 menit akan memasukan kembali cairan
plasma darah (penyebab bengkak) yang keluar masuk kembali ke dalam pembuluh
darah balik vena dan limfe. Ingat jangan berikan kompres panas setelah
cidera karena akan memperburuk cidera.
3. Jika bagian cidera dapat
digunakan dan hampir normal
Membiasakan melatih organ yang cidera tanpa mempergunakan alat bantu dari
otot-otot dan sendi di sekitar cidera, dimulai dari gerakan pasif (gerakan yang
masih dibantu oleh kekuatan dari luar) kemudian gerakan aktif (gerakan yang
ditimbulkan oleh kekuatan otot yang cidera itu sendiri). Pada saat ini
massage/pijatan ringan masih bisa diberikan.
4. Jika bagian cidera sudah
sembuh maka latihan dapat dimulai kembali.
Bagian bekas cidera dapat dipersiapkan untuk tekanan-tekanan, tarikan-tarikan
yang sesuai dengan jenis gerakan pada olah raga yang dilakukan. Selamat
menerapkan dan jangan keliru yaa!!!!
Ditulis dr Abu
farras

No comments:
Post a Comment