Kegiatan yang dilakukan
di alam terbuka tentunya lain dengan di dalam ruangan. Peralatan yang
dipersiapkan tentunya akan lebih banyak. Apalagi jika kegiatan itu dilaksanakan
di tempat tempat yang tidak biasa disinggahi orang, misal gunung, hutan,
danau,laut dan lain-lain. Kali ini saya ingin mencoba menggali salah satu
penyebab gangguan kesehatan yang SERING TERJADI di gunung hingga menyebabkan
kecelakaan bahkan kematian. Yang terkenal kematian wakil menteri ESDM
Widjajono Partowidagdo yang diduga karena kekurangan oksigen.
Bagaimana karakter
dataran tinggi gunung??
Gunung merupakan dataran
tinggi yang melebihi ketinggian tanah rata-rata. Semakin tinggi suatu dataran
maka akan semakin rendah kadar oksigen. Oleh karena itu seorang pendaki harus
memperhatikan kemungkinan serangan hipoxia. Kenapa ini harus menjadi
perhatian utama?? ? Karena pangkal gangguan kesehatan pokok dari suatu
ketinggian adalah hipoxia.
Hipoxia merupakan
keadaan dimana tubuh kekurangan pasokan oksigen. Hal ini bisa disebabkan karena
kondisi alam yang memiliki kandungan oksigen yang minimal. Ditambah
dengan aktifitas fisik yang berlebih sehingga memerlukan banyak oksigen untuk
menyuplai kebutuhan tubuhnya. Jika konsumsi penggunaan oksigen lebih banyak
daripada oksigen yang disediakan, maka tubuh akan mengalami kekurangan
oksigen. Dalam istilah medis disebut hipoxia. Lalu bagaimana tanda
tanda hipoxia?
Jika anda merasakan
tubuh menjadi lemas, mata berkunang-kunang, pandangan kabur, kemudian disertai
frekuensi nafas mulai bertambah cepat dan tersengal-sengal maka segeralah
berhenti dan istirahat. Kemungkinan anda mengalami hipoxia. Perasaan mual,
pusing, kulit kebiruan, tidak
nyaman, mengantuk /menguap, letih, lesi baik fisisk maupun
psikis juga dapat timbul pada orang hipoxia.
Frekuensi nafas
meningkat merupakan respon tubuh untuk mengkompensasi kebutuhan oksigen dalam
tubuh yang meningkat. Hipoxia yang tidak segera mendapatkan pertolongan
bisa berakibat koma bahkan bisa terjadi kematian. Jika
aklimatisasi (penyesuaian terhadap lingkungan baru) dan
penanggulangannya dilakukan segera ,maka tubuh akan melakukan adaptasi dan
kembali normal.
Lalu apa yang harus
dilakukan untuk menolong orang yang terkena hopoxia???
1. Berikan tambahan
oksigen dengan tabung oksigen portabel.
2. Kendorkan pakaian
(kerah baju, ikat pinggang, celana, bra bagi perempuan) sampai
longgar sehingga bisa memperlancar asupan oksigen ke seluruh tubuh.
3. Bawa penderita ke
tempat yang lebih rendah sehingga kadar oksigen yang didapatkan dari
lingkungannya bertambah. Jika terlalu lama di tempat yang tinggi maka
kerusakan organ akibat hipoxia akan semakin parah.
4. Jangan lanjutkan
pendakian karena akan beresiko tinggi terhadap kesehatannya.
Salah satu langkah
antisipasi adalah melakukan olahraga secara rutin sebelum melakukan pendakian.
Hal ini untuk meningkatkan ketahanan fisik sehingga tidak mudah mengalami
hypoxia.
Ingat ya ! Organ tubuh
yang biasanya pertama mengalami hipoxia adalah otak. Sehingga sang pendaki akan
mengalami gangguan konsentrasi sehingga akan mengganggu pengambilan keputusan.
Misalnya lupa jalur pendakian sehingga akan mudah tersesat, lupa dengan peralatan
pribadinya, tidak bisa mengkoordinasi atau mengikuti perintah pimpinan
pendakian. Bahkan bisa saja dia tidak sadar kalau berada di tempat / jalan yang
beresiko (misalnya jurang). Lebih berbahaya lagi jika hal ini
mengakibatkan kurangnya kontrol terhadap gerakan motorik sehingga akan
mengakibatkan kecelakaan. Banyak para pendaki mengalami kecelakaan akibat
hipoxia bahkan sampai berakibat kematian.
Hipoxia juga sangat
berbahaya terhadap jantung. Respon pertama dari jantung akan menaikkan
frekuensi detak jantung untuk menkompensasi kebutuhan oksigen. Jika berlanjut
akan mengakibatkan kematian otot jantung. Sekian dulu sharing dari saya
mudah mudahan bisa bermanfaat sebagai persiapan sebelum aktifitas di gunung.
Lain kali kita lanjutkan lagi .......bersambung


No comments:
Post a Comment