![]() |
| Pemberian Makanan Bergizi untuk Kesehatan Anak |
Saat ini
pemberian nutrisi menjadi hal yang sangat penting menjadi syarat tercapainya
kesehatan yang optimal. Ada beberapa panduan yang bisa dijadikan contoh dalam
penerapan nutrisi gizi bagi keluarga. Salah satu yang bisa jadi referensi pendidikan
nutrisi adalah negara Jepang.
Mari kita belajar sedikit dengan
negara tetangga di Jepang bagaimana mereka menerapkan pendidikan nutrisi
sehingga tercatat sebagai negara dengan angka harapan hidup tertinggi.
Sejak 50 tahun yang lalu jepang sudah menerapkan program shokuiku ( edukasi gizi) . Salah satu pragramnya adalah program makan siang di sekolah. Tujuan program ini adalah setiap siswa dapat belajar sejak dini tentang menu makanan dan pola makan yang sehat sehingga mereka bisa mengetahui kesehatan mereka melalui makan secara mandiri. Pendidikan gizi dibagi 3 jenjang.
Sejak 50 tahun yang lalu jepang sudah menerapkan program shokuiku ( edukasi gizi) . Salah satu pragramnya adalah program makan siang di sekolah. Tujuan program ini adalah setiap siswa dapat belajar sejak dini tentang menu makanan dan pola makan yang sehat sehingga mereka bisa mengetahui kesehatan mereka melalui makan secara mandiri. Pendidikan gizi dibagi 3 jenjang.
1.
Lower grade ( kls I & II )
2.
Midle grade ( kls III & IV )
3.
Higher grade ( kls V & VI )
Targetnya :
1. Lower
grade : siswa menikmati makan bersama
dengan senang hati
2. Midle
grade : siswa mengerti
kandungan nutrisi seperti daging, buah
dan sayuran dengan mengkonsumsi
secara seimbang
3.Higher
grade : siswa belajar
pentingnya menu seimbang. saat makan
mereka harus bisa memilih menu sesuai kebutuhan tubuhnya. ( inilah yang
dimaksud dengan level thoyyib)
Panduan memilih makanan sehat alami ( cara
praktis)
1.
Sayuran
Mulailah membuat daftar sayuran
yang mudah ditemukan di tempat tinggal anda.
Kelompokkan sayuran berdasarkan warnanya : hijau, kuning ( jingga),
merah, biru ( ungu) dan putih. Pastikan anak
anda
mendapatkan sedikitnya 3 warna sayuran setiap hari.
Patokan umum : porsi
sayuran masak maupun mentah yg harus dihabiskan batita ( 1- 3 tahun) 1 ½
cangkir dan usia pra sekolah (3-5 tahun) 2 1/2 cangkir
2.
Buah.
Gali potensi buah lokal ,
terutama yang mudah didapat disekitar rumah sirsak, rambutan, leci, manggis,
sawo. pepaya, pisang, nanas, mangga, jambu biji merah, belimbing, jeruk keprok,
melon, semangka strowberi umumnya sudah populer dikalangan anak – anak. Buah
impor seperti apel dan pir hendaknya menjadi pilihan terakhir.
Patokan umum : porsi buah
adalah 2 porsi perhari ( satu porsi sepadan dengan besar genggaman tangan
balita)
3.
Makanan
pokok ( beras berkulit ari dan polong polongan) .
Patokan umum pemberian
makanan pokok perhari kepada balita yaitu 3 porsi. Satu porsi setara ½
cangkir. Nasi beras merah lebih sehat
dari beras
putih karena berlimpah serat , vit b
kompleks, minyak sehat dan gula alami. Variasikan makanan pokok dengan mencampurkan bahan lain
ke nasi misal dengan ubi jalar merah, kuning atau ungu,
jagung kuning dan singkong kuning, polong polongan seperti kacang hijau dan kacang
tolo hendaknya menjadi menu harian balita
4.
Makanan
kaya kalsium
Patokan umumnya 1 1/2 cangkir perhari. Sumber kalsium andalan
adalah yogurt, keju ( konsumsi terbatas), lauk pauk yang dimakan beserta
tulangnya, tahu, sumber kalsium nabati (
sayuran hijau gelap, brokoli, kangkung, daun singkong, bayam)
5.
Protein
tanpa lemak misalnya daging sapi tanpa lemak, dada dan paha ayam, ikan, telur
organik, yogurt dan keju rendah lemak. Polong polongan dan hasil olahannya
termasuk sumber protein rendah ( tanpa lemak ) unggulan; kacang merah, kacang
tolo, kacang hijau, tempe, tahu dan susu kedelai.
6.
Minyak
atau lemak
Minimalkan makanan
mengandung lemak jenuh dan hindari makan mengandung lemak – lemak trans..
Makanan gorengan dan masakan bersantan merupakan sumber lemak jenuh. Lemak
trans banyak tersimpan dalam makanan yang digoreng dengan minyak jlantah,
margarin, makanan dengan campuaran margarin seperti cake, roti, dan donat.
7.
Serat
Selain asupan nutrisi
komsumsi serat juga menjadi hal yang patut diperhatikan ketika memberikan
makanan pada balita. Serat mencegah sembelit karena membantu memperlancar kerja
saluran cerna dan saluran pembuangan. Asupan serat yang cukup juga menekan
risiko kegemukan , memperkecil resiko gangguan jantung, dan menurunkan
resiko dm tipe 2 pada anak. Sementara jenis serat lain, yaitu pektin tergolong
serat larut membantu mengusir asupan kolesterol sebelum sempat di proses oleh
tubuh.
Sehatkah makanan balita
saya ?
Bagaimana menilai apakah
makanan yang kita berikan ke balita kita sudah cukup porsinya , serta sudah
sehat dan bergizi ? Mari kita amati dengan indikator – indikator berikutr.
Indikator BAB
·
BAB
minimum setiap pagi ( bisa lebih dari satu kali , tetapi tidak diare atau sakit
perut)
·
BAB
tanpa mengejan, kotoran keluar secara otomatis tanpa di dorong
·
BAB
kotoran mengambang, tidak tenggelam
·
BAB
2 menit, kotoran sudah keluar semua.
·
BAB
merasa tuntas.
Indikator flu atau demam
Indikator alergi
Indikator tinggi dan
berat badan.

No comments:
Post a Comment